Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Desember 2025

Akibat Curah Hujan Lebat Jalan Poros Desa Ciptasari Kampung Cisadang Terendam Kali Cicangor

Akibat Curah Hujan Lebat Jalan Poros Desa Ciptasari Kampung Cisadang Terendam Kali Cicangor


Karawang || Kabar Negri -Hujan deras yang mengguyur wilayah Karawang selatan , sejak hari Minggu pukul 4 sore sangat lebat , mengakibatkan beberapa ruas jalan poros desa  mengalami banjir dengan ketinggian satu dua meter lebih,terjadi dampak banjir di wilayah kampung cisadang RT 014/004 desa ciptasari kecamatan pangkalan kabupaten Karawang.



Hal tersebut disampaikan oleh Pihak pemerintahan desa ciptasari   dihubungi media kabar negri via telepon, Minggu sore  (28/12/2025).

Kondisi terparah yang di rasakan oleh warga kampung cisadang  terjadi saat kali cicangor banjir di dorong dengan kali cibeet ,hingga air nya meluap sumbang ke hulu kali cicangor.


Pemerintahan desa ciptasari  Muhamad eksa mengatakan 

Menurutnya, banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dan merata sejak Minggu sore "katanya


“Banjir terjadi di kampung cusadang RT 014/04  Desa  ciptasari Kecamatan pangkalan ,” ujarnya.


M Eksa  mengatakan bahwa berdasarkan laporan dari pihak masayarakat  menunjukkan bahwa banjir menggenangi jalan poros utama desa ,dan air hampir kerumah naik,namun malam ini belum bisa di pastikan surut air nya 


“Kami terus menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan ,

Kepada orang tua diharapkan agar menjaga dan mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain air saat banjir,Jika ada kendala segera hubungi kami dan kami pihak pemerintahan desa ,malam ini tetap siaga ,takut di kwatirkan air kali cicangor meluap lagi "tandas nya


Liputan (Mulyadi/okek)

Senin, 17 November 2025

POLRES KARAWANG TUNTASKAN KASUS PENGANIAYAAN BOCAH DIFABEL DI KARAWANG!

POLRES KARAWANG TUNTASKAN KASUS PENGANIAYAAN BOCAH DIFABEL DI KARAWANG!

Polres Karawang menggelar konferensi pers resmi terkait kasus penganiayaan terhadap seorang penyandang disabilitas di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Peristiwa ini menyita perhatian publik setelah video kekerasan tersebut tersebar di media sosial.
Dalam keterangannya, Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah menegaskan bahwa aparat telah merespons cepat usai menerima laporan dari pihak keluarga dan masyarakat. Langkah cepat ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam melindungi kelompok rentan. Senin, (17/11/ 2025)

Sejumlah saksi yang mengetahui rangkaian kejadian telah dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kronologi kasus dapat dipetakan secara utuh.

Selain memeriksa saksi, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekaman video serta hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Barang bukti tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konstruksi hukum.

Peristiwa bermula ketika korban diduga menerima ejekan sebelum akhirnya menjadi sasaran kekerasan. Empat orang pelaku, seluruhnya laki-laki, terlibat dalam tindakan penganiayaan tersebut.

Lokasi kejadian di Cilamaya Wetan kini telah diolah secara mendetail oleh penyidik. Pemeriksaan tempat kejadian perkara dilakukan untuk memastikan unsur pidana dapat ditemukan secara menyeluruh.

Kapolres menyebut bahwa tindakan kekerasan terhadap penyandang disabilitas merupakan bentuk pelanggaran serius yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga nilai kemanusiaan. Ia menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi tindakan semacam itu.

“Kami berkomitmen menegakkan keadilan dan memberikan perlindungan kepada setiap warga, terutama kelompok rentan,” ujar AKBP Fiki Novian Ardiansyah.

Identitas keempat pelaku telah dikantongi, dan pemeriksaan intensif terus dilakukan. Polisi memastikan seluruh proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah penahanan terhadap para pelaku akan diambil ketika seluruh syarat formil dan materiil telah terpenuhi. Kapolres menegaskan tidak ada pihak yang akan mendapatkan perlakuan khusus.

Korban sempat mendapatkan perawatan medis serta pendampingan dari Unit PPA Polres Karawang dan lembaga pendamping penyandang disabilitas. Namun, korban akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam hukuman hingga 15 tahun penjara. Ancaman tersebut menjadi penegasan bahwa kasus ini akan ditangani secara serius dan tanpa kompromi.

Polres Karawang mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan setiap tindakan kekerasan yang ditemukan. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan.

Kasus ini kini memasuki tahap pendalaman lanjutan. Polres Karawang berkomitmen menyampaikan perkembangan penyidikan secara transparan demi memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban.

AP

Rabu, 05 November 2025

Audiensi Panas di Karawang: Kenaikan Pajak ‘Pil Pahit’ Akibat Pemangkasan Pusat Rp 800 Miliar!

Audiensi Panas di Karawang: Kenaikan Pajak ‘Pil Pahit’ Akibat Pemangkasan Pusat Rp 800 Miliar!

Audiensi Panas di Karawang: Kenaikan Pajak ‘Pil Pahit’ Akibat Pemangkasan Pusat Rp 800 Miliar
Daerah  November 5, 2025
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang secara proaktif menjalin dialog dengan Koalisi Masyarakat Indonesia Maju (KOMANDO) menyusul rencana aksi unjuk rasa damai bertajuk “Rakyat Gugat Kenaikan Pajak”. Pertemuan ini menjadi panggung bagi Pemerintah Daerah untuk menjelaskan tekanan fiskal yang mendorong kebijakan yang menuai protes tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Asep Aang, dalam audiensi tersebut, secara gamblang memaparkan bahwa kenaikan pajak merupakan langkah terpaksa yang diambil demi menambal defisit anggaran dan mempertahankan layanan dasar masyarakat, terutama jaminan kesehatan.

Sekda Aang mengungkapkan bahwa APBD Karawang Tahun Anggaran 2025 mengalami pemotongan masif dari Pemerintah Pusat.

“APBD kita semula Rp 3,2 triliun, tiba-tiba dipotong 800 miliar oleh pemerintah pusat,” ungkap Sekda Aang, menjelaskan akar masalahnya. “Kenaikan pajak ini karena adanya pemangkasan anggaran,” tegasnya.

Pemotongan anggaran ini menciptakan lubang besar, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti:
Universal Health Coverage (UHC): Pemda wajib mengalokasikan Rp 350 miliar untuk membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) demi menjamin pelayanan kesehatan semesta bagi warga.

“Pemerintah harus mencari anggaran untuk memenuhi semua kebutuhan [ini],” lanjut Aang, menjustifikasi langkah penyesuaian tarif pajak sebagai upaya menjaga keberlangsungan pelayanan publik.

Selain isu fiskal, audiensi tersebut juga menyentuh masalah publik lainnya:

Pengelolaan Sampah: Sekda mengakui bahwa Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) memiliki anggaran yang kecil, menyebabkan layanan pengelolaan sampah belum optimal di semua wilayah. Aang berjanji permasalahan ini akan diselesaikan secara bertahap.

Dana CSR Migas: Karawang, sebagai daerah penghasil migas, hanya menerima Dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 16 Miliar (2025 dan rencana 2026). Sekda menyoroti masalah transparansi, di mana banyak perusahaan belum melaporkan penyaluran CSR mereka ke Pemda, meskipun Bupati Karawang telah menandatangani MoU dengan Kejaksaan yang mewajibkan perusahaan mengalokasikan 1% dari keuntungan bersih untuk CSR.
Terakhir, menanggapi sorotan publik terhadap kinerja perangkat daerah, Sekda Aang berkomitmen melakukan evaluasi mendalam terhadap pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Evaluasi ini bertujuan memastikan penempatan pegawai sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.

Langkah audiensi ini ditegaskan oleh Pemda sebagai upaya menjamin sinergisitas dan menjaga kondusifitas wilayah Karawang di tengah badai kebijakan fiskal yang sensitif.

Selasa, 04 November 2025

Tegas! Bupati Karawang Pastikan Tak Ada Kenaikan Pajak, Isu Kenaikan PBB Ratusan Persen Dibantah Keras

Tegas! Bupati Karawang Pastikan Tak Ada Kenaikan Pajak, Isu Kenaikan PBB Ratusan Persen Dibantah Keras

Tegas! Bupati Karawang Pastikan Tak Ada Kenaikan Pajak, Isu Kenaikan PBB Ratusan Persen Dibantah Keras
KARAWANG – Isu kenaikan pajak daerah hingga ratusan persen yang beredar di tengah masyarakat Karawang belakangan ini akhirnya diluruskan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun pajak industri seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Bupati Aep menyampaikan klarifikasi tegas tersebut usai menghadiri acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dirangkai dengan apel pagi di Plaza Pemkab Karawang, Senin (3/11/2025). Ia menegaskan, kabar mengenai kenaikan pajak hingga 600 persen adalah tidak benar dan menyesatkan.

“Semua tidak ada kenaikan. Perlu saya sampaikan, makanya saya juga bingung kenapa muncul isu seperti ini,” ujar Bupati Aep di hadapan awak media.

Menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa PBB akan naik hingga enam kali lipat, Bupati Aep dengan tegas membantah dan menegaskan bahwa tidak ada penyesuaian signifikan pada tarif pajak tahun ini.

“Kondisi ekonomi masyarakat masih menantang. Jadi kami tidak akan ambil langkah yang tidak populis, apalagi menaikkan pajak,” ujarnya.

Untuk memastikan kejelasan informasi dan menghentikan penyebaran isu yang menyesatkan, Pemkab Karawang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) akan segera menggelar Forum Group Discussion (FGD) dalam waktu dekat.

“Bapenda akan adakan FGD bulan ini. Nanti masyarakat dan perusahaan akan dijelaskan secara resmi supaya tidak ada lagi kesalahpahaman,” ungkapnya.

Alih-alih menaikkan pajak, Pemkab Karawang kini fokus mengoptimalkan potensi pendapatan daerah dari sektor lain, seperti retribusi parkir, pajak reklame, dan air bawah tanah.

“Potensi pendapatan daerah itu bukan hanya dari pajak. Ada juga dari retribusi parkir, pajak reklame, air bawah tanah, dan lainnya. Jadi tidak semua dibebankan ke Bapenda,” kata Bupati Aep.

Selain itu, Bupati Aep juga menyebutkan bahwa langkah efisiensi internal telah dilakukan dengan menggabungkan sejumlah dinas serta mengurangi jumlah bagian di kecamatan guna menekan biaya operasional dan meningkatkan efektivitas kerja.

“Saya tidak tahu siapa yang memainkan isu ini. Tapi saya sudah minta Bapenda segera menyampaikan secara resmi ke masyarakat. Kami berkomitmen untuk tetap berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.

“Boro-boro sampai 600 persen, 10 persen pun tidak naik,” tegasnya.

Menurut Bupati Aep, Pemerintah Kabupaten Karawang justru berkomitmen untuk tidak menambah beban masyarakat, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Ia memastikan kebijakan fiskal daerah tetap berpihak kepada rakyat. Penulis ; AP

Senin, 01 September 2025

Waspada Provokasi : Ketua DPD JWI Karawang Hamid Hermawan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Selektif Bermedia.

Waspada Provokasi : Ketua DPD JWI Karawang Hamid Hermawan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Selektif Bermedia.


Karawang || Kabar Negri- Dalam sebuah pernyataan tegas menyikapi dinamika sosial dan gelombang demonstrasi yang terkadang menjurus anarkis, serta maraknya i formasi yang menyertakan di ruang digital, Ketua Dewan Pengurus Daerah ( DPD) Jajaran Wartawan Indonesia Kabupaten Karawang Hamid Hermawan, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dan selektif dalam menyikapi berbagai informasi yang berdar.



 menekankan pentingnya literasi media di tengah banjir informasi." Masyarakat harus selektif membaca berita yang ditampilkan media, mana yang Hoaxs dan mana yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa." Ujarnya.


 Ia mengingatkan bahwa ada strategi " Pengiringan opini untuk mempercayai berita tersebut hingga terprovokasi" yang bertujuan merusak  kohesi sosial Media, dalam berbagai bentuknya bisa menjadi alat untuk memecah belah. " Jangan mau kita pecah belah, bermacam strategi dilakukan salah satunya melalui media" tegasnya.


Menyoroti aksi demontrasi yang berpotensi disusupi atau dimanfaatkan oleh pihak pihak tertentu, Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sadar duri. "Ayo kita sadar jangan mau jadi pion, sedangkan mereka dibalik layar Provokator itu bertepuk tangan dari kejauhan." Katanya.


Ia mengingatkan akan konsekuensi jangka panjang jika bangsa ini terus menerus terpecah belah dan terjerumus dalam kekacauan. "Bila bangsa ini hancur, kita lah yang paling menderita, masa depan anak anak kita, pungkasnya


(Aki)

Rabu, 20 Agustus 2025

Gempa Bumi Guncang Wilayah Karawang Dan sekitar Nya.

Gempa Bumi Guncang Wilayah Karawang Dan sekitar Nya.



Karawang || Kabara Negri -Gempa bumi berkekuatan M 4,9 mengguncang wilayah Karawang dan sekitarnya pada Rabu (20 /8/2025 ) pukul 19.45 wib,Guncangan cukup kuat di rasakan oleh warga  hingga warga terutama di perkotaan Karawang dan beberapa wilayah daerah lain nya.


Sejumlah warga panik pada keluar rumah ,juga pasilitas kantor aula kecamatan pun kena dampak Getaran Gempa .



Berdasarkan impormasi yang di Riris Badan meteorologi,klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam akun@ inpo BMKG ,gempa ini mempunyai kedalaman 10 KM ,walau demikian BMKG memberikan diclaimer.


Berdasarkan impormasi yang di himpun ,guncangan gempa ini,juga terasa di wilayah bandung Lembang ,cianjur ,Karawang,Cikampek ,Karawang selatan .


Sementara itu pemerintah daerah tetap menghimbau kepada masyarakat tetap  tenang dan waspada,serta mengikuti situs resmi BMKG ,Warga juga diminta menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi (**red)



Selasa, 06 Mei 2025

LAGI LAGI SI JAGO MERAH MENGAMUK DAN MELALAP RUMAH WARGA KAMPUNG KAUM GADING DESA CINTA WARGI

LAGI LAGI SI JAGO MERAH MENGAMUK DAN MELALAP RUMAH WARGA KAMPUNG KAUM GADING DESA CINTA WARGI


KabarNegri.web.id || Karawang -Lagi-lagi Si jago merah mengamuk hingga melalap  habiskan  rumah warga kampung kaum gading   RT 005/02 Desa cintawargi kecamatan Tegalwaru kabupaten Karawang Jawa barat, Pada pukul 4,subuh ,wib.


Rumah yang telah habis di sikat si jago merah ini adalah milik salah warga bapak Nedi (70 ) Kebakaran rumah semi bangunan Bata permanen .


Dengan mendengar keretekan suara atap tersebut sontak saja salah satu orang yang ada di kamar itu menengok ternyata rumah sudah kebakar dan api di atas atap sudah membesar hingga tak dapat di jinakan lagi.



Warga pun beramai ramai berdatangan dan ber upaya memadamkan api gak lama kemudian satu unit pemadam kebakaran datang Api pun  dapat di  padamkan sekitar pada pukul 08,25 pagi( wib )



Menurut informasi yang di dapat oleh media ,kebakaran itu di duga disebabkan  konsleting listrik di dalam kamar ,lalu  menyala,ungkap salah seorang  pemilik rumah  menyatakan saat di pinta keterangan.





 "kejadian ini sekitar pukul 4 subuh ,saat anak-anak lagi tidur pada nginap di rumah ,api terlihat di ruangan kamar ,terus kami berusaha memadamkan api dengan air yang ada di dapur,hingga api membesar kami terus keluar menyelamatkan diri dengan anak-anak dan mengambil baju yang di pakai dengan nada sedih "kata Nedi  kepada media Selasa 6/5/2025.


"Semua yang ada di dalam rumah hangus terbakar ,dan surat tanah sertipikat KK KTP perlengkapan surat kendaraan hangus terbakar ,hanya sepotong baju yang terpakai tersisa "tandasnya


dalam hal ini Semoga pihak pemerintah desa ,juga pihak pemerintah daerah ,memberikan bantuan kepada kami ini yang lagi di Landa musibah ,dan secepatnya mengganti berkas -berkas yang hangus terbakar karena kami sebagai masyarakat sangat membutuhkan"harapan nya


Saat berita ini di terbitkan alhamdulilah tidak ada korban jiwa atas musibah ini,namun kerugian di perkirakan kurang lebih 300 juta .



Reporter (Mulyadi Okek)